Sekapur Sirih untuk Calon Anggota Baru

cropped-Logo-Koperasi1.jpg

Kawan kami yang baik,

Pertama-tama kami ingin supaya saudara tahu betapa bersemangatnya kami atas ketertarikan saudara untuk bergabung dalam upaya perjuangan ke arah transformasi sosial yang kami lakukan melalui Koperasi Riset Purusha. Bagaimanapun juga, kami mengenakan prasyarat keberterimaan yang cukup ketat kepada setiap anggota yang telah dan yang akan bergabung dalam perjuangan kami di sini. Hal ini bukan bermaksud untuk menjadi suatu koperasi yang eksklusif, melainkan ini berkaitan erat dengan terkawal dan terwujudnya tujuan besar Koperasi Riset Purusha itu sendiri. Untuk memahami ini, berikan kami kesempatan untuk memberikan sedikit penjelasan sebelum nantinya kami menyampaikan prasyarat keberterimaan sebagai anggota Purusha, yang notabene menjadi esensi utama surat ini.

Pertama, Koperasi Riset Purusha adalah upaya yang kami lakukan setelah kami sampai pada simpulan mengenai betapa pentingnya pengupayaan ekonomi secara mandiri dan kolektif di kalangan para pegiat transformasi sosial, dan betapa signifikannya hal tersebut berdampak kepada terkawal dan tercapainya ide-ide besar mengenai kehidupan yang lebih baik. Sering kami lihat bagaimana ide-ide besar perjuangan sosial menjadi tertahan, termoderasi, dan bahkan terkorupsi karena sang pegiat harus berkompromi dengan kerasnya realita kehidupan, dan menjadi lebur ke dalam sistem yang hendak ditransformasikannya. Di sisi lain, mereka yang menolak kompromi dan melebur dalam sistem, harus menghadapi beratnya kenyataan bahwa semakin ideal ia memerjuangkan dan memraktikkan upaya transformasi sosial, maka semakin keras sistem yang ingin ditransformasikannya tersebut merongrongnya. Koperasi Riset Purusha, merupakan solusi yang kami rancang bagi, dan hanya bagi, para pegiat transformasi sosial yang masih tetap bertahan pada garis perjuangannya dan yang tegas menolak untuk dengan begitu saja mengompromikan ideal perjuangannya dan melebur pada sistem yang hendak ditransformasikannya.

Kedua, Koperasi Riset Purusha adalah solusi bagi para pegiat transformasi sosial yang secara khusus dirancang untuk mereka-mereka yang teryakinkan pada ide bahwa tidak ada transformasi sosial yang berarti tanpa melalui upaya-upaya riset/penelitian. Sehingga menjadi jelas di awal bahwa dua karakteristik utama anggota Koperasi Riset Purusha ditandai oleh: 1) komitmen terhadap transformasi sosial, dan 2) komitmen terhadap upaya-upaya riset saintifik dalam mewujudkan transformasi sosial. Namun demikian, penting untuk ditekankan di sini bahwa Purusha tidak lantas ditujukan secara eksklusif bagi mereka-mereka yang secara formal berprofesi sebagai peneliti saja. Komitmen riset saintifik, dalam pemahaman kami, bukan monopoli kaum cendekia bergelar dan bertahtakan menara gading kampus. Komitmen riset saintifik adalah milik mereka yang melihat bahwa pemahaman obyektif mengenai situasi sosial hari ini dan problem-problemnya adalah prasyarat mutlak bagi formulasi solusi dan ide-ide transformasi, dan juga bagi perumusan strategi dan taktik dalam mewujudkan transformasi tersebut. Apapun profesi saudara—dosen, akademisi, guru, penulis, novelis, jurnalis, seniman, penyair, kurator, hacker, desainer, fasilitator, bahkan juga birokrat, pengusaha, dan motivator; atau bidang yang saudara geluti—sosial, politik, hukum, budaya, religi, seni, IT, sains dan medis—sepanjang saudara memiliki komitmen transformasi sosial melalui upaya riset saintifik, dan saudara mampu mempertanggung-jawabkannya (secara lisan, tulisan dan praktis) kepada kawan-kawan anggota lainnya, maka saudara telah memenuhi sebagian besar syarat keberterimaan anggota Koperasi Riset Purusha.

Ketiga, Koperasi Riset Purusha merupakan bentuk inisiatif kami dalam menolak untuk larut, tak berdaya, meratapi tekanan, rintangan dan hambatan yang harus kami hadapi saat memilih untuk tetap teguh pada garis ideal perjuangan kami. Inisiatif tersebut merupakan upaya kami untuk secara kolektif mengupayakan perebutan kembali otonomi kami di dalam dan terhadap sistem yang ada. Kreativitas, eksperimentalitas dan keberanian untuk mulai membayangkan, memikirkan, mengupayakan dan merintis suatu kebaruan di dalam dan terhadap suatu kebuntuan, dan bahkan berani bertanggung-jawab atasnya (!), adalah karakter yang telah, sedang dan akan selalu memberi energi kehidupan bagi Koperasi Riset Purusha. Purusha merupakan upaya kami untuk tidak duduk manis dan menunggu orang lain datang mengasihani dan mendikte apa yang harus dilakukan. Sebaliknya, Purusha merupakan suatu deklarasi untuk menyudahi drama agonistik dan memulai suatu eksperimen pengorganisasian-diri secara kolektif dan koperatif. Hal inilah yang menyebabkan kami ragu dengan para calon anggota yang terbiasa berpuas-diri, menerima dan mengikuti saja aturan hirarkis struktural, larut dalam monotonitas keseharian, dan menunggu komando dan direktif dari orang lain; kami khawatir mereka yang demikian akan merasa “sendirian” dalam spirit otonomi dan eksperimental Koperasi Riset Purusha. Tapi kami yakin—dan semoga keyakinan ini tidak keliru—saudara tidak termasuk dalam bilangan ini.

Keempat, perlu ditandaskan bahwa Koperasi Riset Purusha pertama dan utamanya adalah upaya perjuangan kami mewujudkan transformasi sosial dengan jalur riset saintifik, yang juga diintegrasikan dengan upaya-upaya “pertahanan” ekonomi harian bagi para pegiatnya. Kedua hal ini, sebagaimana selalu kami tekankan, adalah hal yang tidak terpisahkan. Hal ini berimplikasi pula pada hasil dan capaian ekonomis dari Koperasi Riset Purusha yang, selain diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan anggota secara bertahap dan terprogram, juga akan dialokasikan sepenuhnya pada upaya-upaya eksperimental untuk mewujudkan transformasi sosial berbasis riset saintifik, yang notabene tidak menghasilkan apa-apa secara ekonomis dan finansial. Itulah mengapa kami tekankan sedari awal betapa Koperasi Riset Purusha secara khusus dirancang hanya bagi pegiat transformasi sosial yang punya komitmen riset saintifik, dan yang dengan demikian memiliki kebutuhan dan kepentingan yang relatif serupa. Pasalnya, apabila komitmen ini tidak dimiliki sang anggota, kami khawatir anggota tersebut akan merasa berkeberatan karena merasa aspirasi kebutuhan dan kepentingannya tidak terakomodasi. Untuk saat ini, Koperasi Riset Purusha belum mampu untuk mengakomodir kebutuhan dan kepentingan anggota yang tidak memiliki komitmen transformasi sosial melalui upaya riset saintifik. Mungkin suatu saat nanti.

Kelima dan terakhir, sekali lagi ditekankan mengenai karakter perjuangan dari Koperasi Riset Purusha, karena ia adalah manifestasi sebuah perjuangan menuju transformasi sosial, maka ide koperasi yang diusung Purusha memiliki sifat yang aktif (bahkan bisa jadi agresif). Karakter aktif—dalam artian secara bertahap, terencana dan terprogram, baik dalam artian pertanggungan jawab riset saintifik maupun secara manajerial, untuk mengupayakan semakin luasnya cakupan dan jangkauan terhadap aspek kehidupan yang diorganisir secara kooperatif—inilah yang disebut ‘kooperativisasi’. Koperasi Riset Purusha, dengan demikian, mengadopsi pola transisional (peralihan), yaitu berada di tengah-tengah dan sebagai perantara dari/antara pengorganisasian ekonomi individualis non-koperatif ke/dan pengorganisasian koperatif. Implikasinya, Koperasi Riset Purusha dirancang untuk memfasilitasi agar setiap anggota bisa memiliki peluang untuk pula secara aktif mengalihkan seluruh aspek kehidupannya secara bertahap ke arah pengorganisasian berbasis koperatif. Dalam bayangan kami, menjadi sulit untuk terwujud, tidak hanya hal ini, melainkan keseluruhan ide kooperativisasi yang diusung Koperasi Riset Purusha apabila anggotanya tidak memiliki komitmen yang sama. Dalam perjuangan transformasi sosial Koperasi Riset Purusha, anggota adalah subyek pelaku, dan bukan penonton.

Demikianlah lima hal penting yang perlu kami tekankan dalam-dalam di awal bagi saudara, calon anggota Koperasi Riset Purusha, agar menjadi jelas apa, mengapa dan ke arah mana koperasi ini hendak diarahkan. Seandainya dalam membaca paparan di atas saudara merasakan suatu reluktansi dan/atau keengganan, dan apabila penjelasan lisan dari kami nantinya juga tidak cukup untuk menghilangkannya, maka kami amat menganjurkan saudara untuk tidak meneruskan proses pendaftaran keanggotaan ini. Namun demikian, saudara masih tetap bisa berjejaring dan mendukung perjuangan kami apabila ide-ide tersebut kebetulan juga beririsan dengan ide yang saudara perjuangkan.

Keuntungan Menjadi Anggota Koperasi Riset Purusha

Secara umum, yang bisa diberikan Koperasi Riset Purusha kepada para anggotanya adalah terpenuhinya secara bertahap dan terencana seluruh kebutuhan hidup, dan terfasilitasinya kepentingan anggota akan suatu transformasi sosial berbasiskan riset saintifik. Untuk mencapai tujuan inilah Koperasi Riset Purusha mengonsolidasikan lima (5) unit usaha dan satu (1) unit gerakan. Kelima unit usaha tersebut adalah:

  • Unit Usaha Riset, Konsultansi dan Pemberdayaan
  • Unit Usaha Penerbitan dan Penjualan Buku
  • Unit Usaha Workshop, Pelatihan dan Bimbingan Belajar
  • Unit Usaha Kedai Kopi
  • Unit Usaha Lumbung Kolektif (koperasi kredit)

Hasil dan capaian ekonomis kelima unit ini, dalam bentuk SHU (Sisa Hasil Usaha), akan dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan hidup anggota secara bertahap, dan ke unit gerakan, yaitu Unit Gerakan dan Eksperimentasi yang notabene merupakan wahana utama para pegiat Koperasi Riset Purusha dalam memerjuangkan transformasi sosial berbasis riset saintifik.

Selain, tentu saja, setiap anggota dapat berpartisipasi secara aktif dalam setiap unit (yang tentunya akan memberikan imbalan kerja langsung secara individual), keuntungan utama bergabung dalam Koperasi Riset Purusha adalah mendapatkan akses langsung ke ceruk akumulasi penghimpunan ide dan imajinasi, hasil analisis, pengalaman riset, pengetahuan akademik, wawasan transdisipliner, teknik dan metode riset, informasi proyek riset, model manajerial riset, personil rekan kerja, jaringan sosial, kapital sosio-kultural dan juga kapital finansial (sebagai simpanan koperasi) dari seluruh anggota secara kesatuan kolektif. Tidak hanya hal-hal yang “serius,” setiap anggota juga dapat menjadi bagian dalam suatu komunitas yang berbagi asam-garam kehidupan sebagai pegiat transformasi sosial, keluh-kesah, pengalaman unik, cerita inspiratif, dan juga kekonyolan-kekonyolan internal. Terlebih dari semua itu, setiap anggota terfasilitasi untuk bergabung dalam suatu gerakan transformasi sosial melalui jalur riset saintifik—sesuatu yang teramat sangat langka, setidaknya, di Indonesia. Hal-hal inilah yang sudah pasti menjadi kebutuhan setiap pegiat transformasi sosial berbasis riset saintifik, baik dalam mengembangkan kapasitas internalnya, namun juga mengakselerasi pewujudan ide transformasi sosial yang diperjuangkannya.

Secara harian, anggota Koperasi Riset Purusha dapat mengusulkan dan memegang tanggung-jawab sebagai periset (utama, analis, atau asisten), manajer, pemateri, fasilitator diskusi, negosiator proyek, kolaborator, dan/atau penulis dalam semua kegiatan yang diselenggarakan oleh setiap unit atas nama Koperasi. Setiap anggota juga dapat mengakses, mengembangkan dan mengolah setiap jaringan sosial yang dimiliki dan dimungkinkan oleh anggota-anggota Koperasi Riset Purusha lainnya, maupun Koperasi Riset Purusha itu sendiri secara institusional. Pula setiap anggota juga dapat menjadi inisiator untuk pengembangan dan bahkan perintisan unit-unit baru di dalam Koperasi, baik usaha maupun gerakan. Kesemuanya ini sudah diatur proses dan prosedurnya oleh Koperasi, sedemikian rupa sehingga memfasilitasi dan mengakselerasi gerak segenap anggota dalam suatu sinergisitas yang cantik dan elegan.

Partisipasi saudara sebagai anggota tidak melulu, dan utamanya bukan, diukur dari keterlibatan secara langsung dalam kegiatan-kegiatan unit. Walaupun tentu saja, hal tersebut amat diharapkan dari setiap anggota. Partisipasi yang paling penting adalah dengan menjadi suatu noda yang aktif dalam jejaring Koperasi Riset Purusha ini. Artinya, partisipasi tersebut berwujud dalam suatu inisiatif dan responsivitas. Inisiatif tersebut bisa melalui kontribusi ide, informasi, usulan, saran dan masukan bagi pengembangan kegiatan Koperasi. Sedangkan responsivitas dapat merupa dalam tanggapan, kritik, koreksi dan umpan balik terhadap seluruh dinamika yang terjadi di dalam dan melalui Koperasi. Artinya, dengan perantara teknologi komunikasi dan informasi media sosial, anggota tetap dapat berpartisipasi secara aktif sekalipun belum memiliki waktu yang cukup untuk terlibat secara langsung, atau saat anda berada nun jauh di sana. Prinsipnya tetap berdasar kesukarelaan yang disesuaikan dengan ketersediaan energi, waktu dan sumber daya masing-masing anggota.

Demikianlah presentasi singkat kami kepada saudara, calon anggota Koperasi Riset Purusha. Kami berterima kasih atas kesabaran saudara untuk membaca tuntas paparan kami sampai di sini. Juga kami lampirkan penjabaran lebih lanjut dan lebih teknis dari yang kami sampaikan di atas untuk dapat saudara pelajari. Besar harapan kami untuk bisa mendapati saudara berada di jejaring inti anggota dan perjuangan Koperasi Riset Purusha. Salam.

Ttd.

Pengurus Koperasi Riset Purusha

————————————————————————————– 

KOPERASI RISET PURUSHA[1]

Koperasi Riset Purusha didirikan berlandaskan pada prinsip kolektivitas, solidaritas, dan semangat transformasi sosial berbasiskan upaya-upaya riset saintifik.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Koperasi ini memiliki prinsip sebagai berikut:

  1. Keanggotaan bersifat sukarela, artinya seorang anggota dapat mendaftarkan atau mengundurkan diri dari koperasi pada setiap
  2. Pengelolaan manajemen koperasi dilakukan secara demokratis, artinya dengan melalui rapat-rapat anggota untuk menetapkan dan melaksanakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi, kekuasaan ditentukan dari hasil keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah mufakat di antara para
  3. Pembagian Sisa Hasil Usaha dilakukan secara adil, artinya sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota, dan tidak semata-mata berdasar pada modal yang disetor saja, tetapi juga berdasar pada peran serta yang telah diberikan anggota terhadap
  4. Pemberian imbalan jasa yang terbatas, artinya pemberian imbalan jasa melalui manajemen koperasi tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya modal yang disetor, tetapi yang lebih diutamakan adalah sejauh mana partisipasi anggota tersebut ikut dalam mengembangkan usaha koperasi.
  5. Kemandirian, artinya koperasi harus mampu berdiri sendiri tanpa selalu bergantung pada pihak lain, sehingga pada hakikatnya merupakan landasan semangat bagi anggota koperasi untuk meningkatkan keyakinan dan kekuatan diri sendiri untuk mencapai

Anggota Koperasi Riset Purusha berkedudukan sebagai pemilik-bersama koperasi dan sekaligus pengguna hasil usaha koperasi.

SYARAT KEANGGOTAAN

Syarat agar dapat diterima menjadi anggota Koperasi Riset Purusha adalah:

  1. Meletakkan penelitian sebagai bagian yang tidak terlepaskan dari segala upaya untuk meretas transformasi sosial;
  2. Memiliki komitmen dan semangat untuk membebaskan diri dari ragam bentuk ketimpangan dan eksploitasi yang terkandung di dalam sistem kehidupannya;
  3. Memiliki komitmen dan semangat untuk mendorong transformasi kehidupan secara otonom, kolektif, solider dan jangka panjang;
  4. Memiliki komitmen dan semangat untuk bekerja dan mengorganisasikan produksi secara otonom, kolektif, dan solider tanpa adanya ketimpangan dan eksploitasi;
  5. Memiliki komitmen dan semangat untuk menawarkan ide dan program eksperimentasi pengorganisasian ekonomi yang berlandaskan prinsip otonomi, kolektivitas dan solidaritas.
  6. Mampu mempertanggung-jawabkan komitmennya terkait 5 poin yang disebutkan sebelumnya;
  7. Pengaju diharapkan untuk mempersiapkan esei 2 halaman dan/atau presentation kit untuk dipresentasikan pada Rapat Anggota Koperasi Riset Purusha;
  8. Jika telah diterima sebagai Anggota Baru, anggota diharapkan menyiapkan proposal trajektori riset pribadi yang akan dipresentasikan pada Rapat Pengesahan Anggota.

HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

Setiap anggota koperasi mempunyai hak dan kewajiban sebagai berikut:

  1. Mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta keputusan-keputusan yang telah disepakati dalam rapat
  2. Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh
  3. Ikut mengembangkan usaha koperasi dan memelihara kebersamaan antara anggota berdasar pada prinsip otonomi, kolektivitas, dan solidaritas.

Untuk menjadi anggota Koperasi Riset Purusha, calon anggota harus mendaftarkan diri terlebih dahulu kepada pengurus untuk diajukan dan disetujui dalam rapat anggota.

SUMBER PEMODALAN

Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman.

Modal sendiri terdiri atas:

  1. Simpanan Pokok, yang ditetapkan sebesar Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) per anggota, pada awal keanggotaan.
  2. Simpanan Wajib sebesar Rp. 50.000,00 (lima puluh ribu rupiah) per anggota, yang disetorkan setiap bulan.
  3. Dana Cadangan, berasal dari persentase pembagian Sisa Hasil Usaha.
  4. Hibah, yang bersifat tidak mengikat.

Modal Pinjaman terdiri dari:

  1. Anggota.
  2. Koperasi lainnya dan/atau anggotanya.
  3. Sumber lain yang sah.

PEMBAGIAN SISA HASIL USAHA

  • Sisa Hasil Usaha diperoleh dari nilai total usaha seluruh kegiatan usaha koperasi setiap bulannya, yang dikurangi biaya operasional sesuai dengan kebutuhan masing-masing kegiatan usaha.

TANGGUNGAN ANGGOTA

  • Apabila koperasi dibubarkan, sedangkan koperasi tidak mencukupi untuk melunasi segala kewajibannya, maka seluruh anggota diwajibkan turut menanggung kerugian masing-masing terbatas pada simpanan yang telah disetor pada
  • Kerugian yang diderita oleh koperasi pada akhir tahun buku sebagian dapat ditutup dengan dana

[1] Butir-butir yang dipaparkan di sini adalah saduran dari Anggaran Dasar, Ketetapan dan Standard Operating Precedure (SOP) Koperasi Riset Purusha yang sudah disahkan terlebih dahulu. Calon anggota yang berniat memelajari dokumen-dokumen tersebut secara keseluruhan dapat memintanya langsung ke pengurus Koperasi.

 

Apabila Anda sudah membaca dokumen ini dan masih berminat untuk bergabung bersama Koperasi Riset Purusha, silakan menghubungi kami melalui surel di koperasiriset@purusha.id.