Indeks Imersi Sosial Korporat: Eksperimentasi Metodologis dan Teknis Pengukuran Keterlibatan Perusahaan dengan Masyarakat Lokal

Cover CSI

Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun indeks yang dapat mengevaluasi secara efektif berbagai ragam praktik CSR yang berlangsung. Sepanjang pengamatan tim, belum ada satu indeks yang disusun dan diberlakukan untuk kepentingan yang barusan disebutkan pada lokalitas Indonesia. Akan tetapi, persoalan yang segera dijumpai mereka yang berkepentingan menyusun indeks yang demikian adalah kendala teknis serta metodologis. Dari pemeriksaan terhadap penelitian-penelitian CSR terdahulu, problemnya adalah riset yang penelusurannya mendalam dan mempergunakan pendekatan kualitatif mengalami kesulitan menggeneralisir kerangka kerja yang telah disusunnya untuk konteks lain. Sementara, di sisi lain, penelitian yang instrumennya dapat dimanfaatkan untuk melingkupi pusparagam praktik CSR yang berlangsung—sebagian dari penelitian ini merupakan upaya menilai dan memeringkatkan CSR—dihadapkan dengan problem ia hanya memiliki pilihan sumber informasi persepsi warga awam. Karena keterbatasan akses pengetahuannya, persepsi warga awam tak mungkin dimanfaatkan sebagai sumber untuk melakukan evaluasi terhadap praktik-praktik CSR di Indonesia yang kerap melibatkan masyarakat lokal. Demikian juga FGD maupun wawancara mendalam terhadap pakar ataupun tokoh. Dengan demikian terdispersinya situs-situs di mana perusahaan-perusahaan melangsungkan CSR-nya, pengetahuan yang dapat secara lengkap melingkupi praktik CSR beragam korporat tak mungkin diperoleh. Tak ada pihak yang punya kapasitas untuk melakukan penilaian terhadap praktik sosial dari korporat.

Pada penelitian ini, kami mengkaji kemungkinan melakukan pengindeksan berbagai praktik sosial korporat dalam satu skala ordinal dan mengembangkannya berangkat dari satu indeks yang dikembangkan oleh Prayogo dkk. (2012). Dengan mekanisme triangulasi serta pengujian instrumen yang telah dilakukannya, perangkat yang dikem-

bangkan oleh indeks Prayogo dkk. mungkin untuk diterapkan pada berbagai konteks praktik CSR. Hanya saja persoalan dari indeks yang disusun Prayogo dkk. adalah seseorang tidak mungkin melakukan evaluasi beragam korporat sekaligus secara simultan karena akan menghabiskan terlalu banyak sumber daya dan waktu. Namun eksperimentasi yang dilakukan oleh tim peneliti menemukan terdapat dua sumber data yang memungkinkan evaluasi beragam korporat secara simultan dilakukan yakni laporan berkelanjutan yang ditetapkan oleh Global Reporting Initiative yang kini menjadi norma bisnis global serta media-media massa daerah. Dengan memahami kedua sumber data ini, dapat dikembangkan teknik untuk melakukan verifikasi terhadap praktik-praktik sosial yang dilansir oleh korporat di lapangan tanpa mensyaratkan kehadiran peneliti atau representasi dari peneliti di lapangan. Beberapa catatan tentu saja dapat diberikan. Namun, dapat dikatakan, kontribusi dari riset ini secara khusus adalah mengajukan metode yang visibel untuk menyusun indeks imersi sosial yang merentangi praktik-praktik yang berjauhan. Dinamai sebagai indeks imersi sosial korporat, indeks ini juga ditujukan untuk mendorong korporat dalam aktivitasnya semakin dekat dan bahkan tak berjarak dengan masyarakat yang menjadi subjeknya; hal yang mungkin untuk terjadi apabila indeks ini menjadi patokan korporat untuk mengevaluasi keterlibatannya dengan masyarakat.

Tim Peneliti: Geger Riyanto, Prasojo, Irna Gantini Kusumah, dan Natasha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *