Galeri Riset

Cover Industri

Tim Peneliti: Dodi Mantra, Reza Istefi, dan Aditya Fernando

Analisis Struktur dan Jaringan Ekonomi Politik Industri Manufaktur Indonesia

Penelitian ini berangkat dari sebuah paradoks yang dari ke hari semakin kental dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Di satu sisi, narasi perayaan akan pertumbuhan ekonomi Indonesia terus mencuat ke permukaan dan menari-nari dengan lincah melalui angka-angka statistik yang terus berada di atas angka 5 persen. Di sisi yang lain, realitas permasalahan yang membentang secara mendasar dari aspek sosial, ekonomi sampai ekologi, tanpa henti tampil dengan sendirinya dalam keseharian hidup mayoritas masyarakat negeri ini.

Berpijak pada klaim bahwa segenap permasalahan tersebut melekat di dalam relasi sosial produksi yang menyerap totalitas kehidupan masyarakat di bentangan geografis Indonesia, penelitian ini berupaya untuk menganalisis corak aktivitas produksi yang menopang tarian indah dari angka-angka pertumbuhan ekonomi tersebut. Sasaran utamanya adalah corak aktivitas produksi pada sektor industri manufaktur Indonesia, yang secara historis dipancang sebagai sektor untuk mencapai tujuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Terlebih, dengan kontribusinya yang memang paling besar terhadap angka pertumbuhan ekonomi dan ekspor Indonesia selama lebih dari dua dekade terakhir, beserta dengan serapan tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar, diiringi dengan pengerahan massif sumber daya negara demi pembangunan dan pertumbuhannya, membongkar corak, dinamika dan kondisi struktur industri manufaktur Indonesia diletakkan sebagai sasaran utama dari penelitian ini.

Finansialisme Cover

Tim Peneliti: Hizkia Yosie Polimpung, Priska Sabrina Luvita, dan Natasha

FINANSIALISME: Keseharian Finansialisasi Keseharian – dan Terfinansialisasi Lagi

Riset “Finansialisme: Keseharian Finansialisasi Keseharian – dan Terfinansialisasi lagi” ini, sejatinya didasari motivasi untuk menunjukkan dominasi aspek finansial di dalam ekonomi dunia hari ini. Sekalipun berbicara mengenai aspek finansial, sebenarnya yang menjadi sorotan utama riset ini lebih kepada fenomena finansialisasi, atau yang dalam riset ini diartikan sebagai proses masuknya ikhwal ke dalam logika finansial.

Dewasa ini, segala sesuatunya nampaknya tidak bisa dilepaskan dari uang. Keuangan menjadi marka yang mentukan kontur dan tekstur narasi drama kehidupan manusia. Dominasi uang ini, setidaknya yang hendak dijadikan titik tolak riset ini, bisa terlihat dari dua hal: kedigdayaan global Amerika Serikat yang dilandaskan pada ekonomi politik hutangnya, dan merajalelanya praktik dan wacana inklusi finansial. Kedua hal ini sengaja diambil untuk merepresentasikan dua tingkat yang relatif berbeda: global dan lokal.

Dalam langgam yang demikian, analisis pada riset ini dilakukan. Dari pembongkaran terhadap dinamika makroskopik pada tingkat global, menukik jauh ke bawah menuju penelusuruan mendalam atas dinamika yang berlangsung pada tingkat mikro-lokal.

Cover1

Tim Peneliti: Dodi Mantra, Natasha, Mita Yesyca, dan Geger Riyanto

Membangun Koperasi Transnasional sebagai Pilar Integrasi Masyarakat ASEAN

Pertanyaan pertama, mungkin, mengapa koperasi? Apa pentingnya mendorong terwujudnya koperasi transnasional di lingkungan ASEAN?

Dalam sejarahnya, terdapat berbagai bentuk pengorganisasian aktivitas ekonomi di Asia Tenggara, dan sebagai satu kawasan yang PDB-nya ditaksir akan bertumbuh lebih dari dua kali lipat pada 2020 yang acap diidentifikasi berjasa untuk pertumbuhan pesat ini adalah bisnis-bisnis besar, selain tentunya stabilitas makroekonomi, lokasinya yang strategis di antara jalur-jalur perdagangan global, serta pertumbuhan konsumsi yang eksepsional. Persepsi serupa nampaknya dimiliki pula oleh ASEAN sendiri selaku organisasi yang memayungi kawasan, terlihat dari langkahnya menyediakan ruang yang mempertemukan pejabat serta pelaku ekonomi besar ASEAN melalui ajang tahunan ASEAN Business and Investment Summit. Namun koperasi, berbeda dengan unit-unit pengoganisasian ekonomi lainnya yang membentuk wajah negara-negara Asia Tenggara modern, menjamin hak para anggotanya untuk bersuara sekaligus memperoleh bagian yang adil sesuai dengan kontribusi kerjanya terhadap organisasi. Dalam perumusan Persekutuan Koperasi Internasional, koperasi merupakan sebuah perhimpunan otonom dari orang-orang yang bergabung berdasarkan kerelaannya sendiri untuk menyepakati kebutuhan serta aspirasi ekonomi, sosial, serta kultural bersamanya melalui usaha yang dimiliki bersama serta diorganisasi secara demokratis.

Cover CSI

Tim Peneliti: Geger Riyanto, Prasojo, Irna Gantini Kusumah, dan Natasha

INDEKS IMERSI SOSIAL KORPORAT: Eksperimentasi Metodologis dan Teknis Pengukuran Kertelibatan Perusahaan dengan Masyarakat Lokal

Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun indeks yang dapat mengevaluasi secara efektif berbagai ragam praktik CSR yang berlangsung. Sepanjang pengamatan tim, belum ada satu indeks yang disusun dan diberlakukan untuk kepentingan yang barusan disebutkan pada lokalitas Indonesia. Akan tetapi, persoalan yang segera dijumpai mereka yang berkepentingan menyusun indeks yang demikian adalah kendala teknis serta metodologis. Dari pemeriksaan terhadap penelitian-penelitian CSR terdahulu, problemnya adalah riset yang penelusurannya mendalam dan mempergunakan pendekatan kualitatif mengalami kesulitan menggeneralisir kerangka kerja yang telah disusunnya untuk konteks lain. Sementara, di sisi lain, penelitian yang instrumennya dapat dimanfaatkan untuk melingkupi pusparagam praktik CSR yang berlangsung—sebagian dari penelitian ini merupakan upaya menilai dan memeringkatkan CSR—dihadapkan dengan problem ia hanya memiliki pilihan sumber informasi persepsi warga awam. Karena keterbatasan akses pengetahuannya, persepsi warga awam tak mungkin dimanfaatkan sebagai sumber untuk melakukan evaluasi terhadap praktik-praktik CSR di Indonesia yang kerap melibatkan masyarakat lokal. Demikian juga FGD maupun wawancara mendalam terhadap pakar ataupun tokoh. Dengan demikian terdispersinya situs-situs di mana perusahaan-perusahaan melangsungkan CSR-nya, pengetahuan yang dapat secara lengkap melingkupi praktik CSR beragam korporat tak mungkin diperoleh. Tak ada pihak yang punya kapasitas untuk melakukan penilaian terhadap praktik sosial dari korporat.

Cover Relawan

Tim Peneliti: Gede Indra Pramana, Yogi Ishabib, dan Niken Anjar Wulan

Asemblase Relawan dalam PEMILU 2014

Pemilihan umum 2014 menghadirkan fenomena yang menarik dimana terjadi sebuah gerak massa yang menamakan diri mereka sebagai “Relawan Jokowi”. Menjadi “Relawan” dan terlibat langsung dalam partisipasi politik mendadak menjadi penting dalam kehidupan demokrasi saat ini. Fenomena relawan pada Pemilu 2014 setidaknya menunjukkan bahwa politik tidak hanya menjadi milik partai politik, dan menjadi satu-satunya kekuatan utama yang bisa menjalankan fungsi-fungsi organisasi politik. Partisipasi politik melebur dan dirayakan tidak hanya dalam bentuk organisasi baku seperti laiknya partai politik, tapi juga dalam bentuk baru yang “lumer” atau “sublim” dan bisa menjadi wadah bagi siapapun yang ingin bergabung dengan tujuan politik yang sama seperti “Relawan”.

Dalam melihat fenomena relawan, pandangan umum melihat relawan sebagai bentuk partisipasi politik yang melebur dalam suatu wadah, yang memiliki modal sosial dimana ada hubungan antara individu-jaringan sosial dan norma-norma timbal-balik atas dasar kepercayaan yang timbul dari mereka. Partisipasi politik dalam bentuk relawan ini juga menjadi penting untuk tidak dipahami sebagai fenomena struktural (jaringan sosial), namun juga sebagai fenomena budaya.