Deskripsi Umum Riset

Cover Deskripsi Riset

Meretas Pengorganisasian Ekonomi Otonom dan Berjejaring melalui Koperasi

Secara umum penelitian ini berangkat dari dua hal. Pertama krisis pengorganisasian ekonomi kontemporer hari ini yang di satu sisi membawa kemudaratan bagi sebagian besar umat manusia di dunia, terutama mereka yang jatuh pada kategori kelas bawah dan kelas menengah, sementara di sisi lain krisis tersebut menjadi titik bangkit bagi segelintir orang, terutama yang terkategorikan sebagai kelas atas dan pemilik modal besar, untuk semakin memperkuat posisinya sebagai kelas atas dan semakin memperlebar jurang pemisah dengan kelas yang di bawahnya. Upaya-upaya penyelesaian krisis tersebut, berdasarkan penelitian-penelitian yang telah kami lakukan sebelumnya, terbukti keliru dalam memaknai apa duduk permasalahannya, sehingga kemudian mengeluarkan tindakan-tindakan yang jauh dari solutif. Bagi kami, problem pengorganisasian ekonomi saat ini adalah perkara otonomi seseorang dalam mengorganisasikan kegiatan-kegiatan ekonominya sendiri, dan bukan semata-mata permasalahan regulasi, institusi dan psikologis seperti sebagaimana yang umum diajukan oleh opini publik.

Titik berangkat kedua, adalah kenyataan bahwa sebenarnya, Indonesia sendiri telah memiliki pengorganisasian ekonomi yang berbasiskan kolektivitas dan otonomi, yaitu koperasi. Konsepsi ideal koperasi telah memuat anggapan bahwa pada dasarnya masyarakat mampu untuk mengorganisasikan ekonominya sendiri. Hanya saja, dalam sejarah dan praktiknya di tanah air, penyelenggaraan koperasi masih seringkali tidak mengoptimalkan aspek ini. Dengan kata lain, pada dirinya sendiri, konsepsi koperasi memiliki potensi untuk memberikan jalan keluar dari krisis, tidak hanya bagi Indonesia, maupun bagi seluruh umat manusia di dunia jika dan hanya jika aspek kolektivitas dan otonomi yang terkandung di dalamnya bisa dimanifestasikan dalam pelaksanaanya sehari-hari.

Dari kedua titik berangkat ini, penelitian kami menjalankan misi umum sebagai berikut: pertama, untuk menggali dan mengontekstualisasikan ide-ide mengenai koperasi ke dalam sistem pengorganisasian ekonomi yang berlaku hari ini; kedua, meretas upaya-upaya eksperimental untuk mengimplementasikan ide koperasi tersebut ke masyarakat hari ini. Upaya tersebut, pertama-tama dan utamanya, dilakukan dengan basis riset yang ilmiah dan transformatif. Lua ran utama riset yang direncanakan adalah laporan, skema, cetak-biru, sampai pelembagaan koperasi secara kongkrit di lapangan.

Dikatakan eksperimental karena upaya kami ini mengandung unsur kebaruan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Sejauh penelitian kami, implementasi koperasi masih belum mengoptimalkan aspek kolektif dan otonomi, dan cenderung malah tidak terbedakan dari praktik perusahaan pada umumnya yang berorientasi profit. Padahal, koperasi seharusnya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan sendiri dan masyarakat kolektif. Ke luar, koperasi seharusnya berorientasi pada penularan ide-ide koperasi dan penciptaan koperasi-koperasi baru. Dengan demikian, pengorganisasian otonom dan kolektif ini bisa dilakukan secara masif dan saling berjejaring. Jejaring tersebut mencakup pengorganisasian rantai produksi secara berjejaring dan dilakukan antar-kolektivitas. Otonomi tidak sama dengan individualisme. ltuah sebabnya, otonomi yang kami visikan, juga mensyaratkan kerjasama dan kolaborasi dengan kolektivitas lainnya yang sama otonomnya. lnilah yang akhirnya berpotensi besar untuk semakin memperkokoh basis kolektivitas ekonomi di masyarakat. lnilah yang sejatinya disebut demokrasi ekonomi berdasarkan otonomi/kedaulatan ekonomi. Ide yang demikianlah yang hendak dieksperimentasikan melalui penelitian kali ini.

Harapannya, dengan pelembagaan ide koperasi ini, masyarakat bisa diberdayakan, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, melainkan juga saling memperkuat kolektivitas pengorganisasian ekonomi kolektif/masyarakat. Lalu kemudian, akumulasi dari ini akan meretas penyelenggaraan-penyelenggaraan koperasi di tempat lainnya, yang pada akhirnya berujung pada penguatan ekonomi nasional secara demokratis. Hal ini akan membuat ekonomi Indonesia, yang dibasiskan pada pengorganisasian ekonomi otonom dan berjejaring melalui koperasi ini, menjadi semakin kokoh dalam posisinya di dunia internasional.

Melalui penelitian, PURUSHA menerjemahkan misi tersebut ke dalam beberapa tujuan sbb.: pertama, menginventarisir ide-ide pengorganisasian kolektif yang telah ada dan dipraktikkan sehari-hari di dalam masyarakat. Untuk inilah program pertama yang kami canangkan adalah untuk melakukan kontak, diskusi dan live in (tinggal-bersama) dengan sebanyak mungkin pelaku pengorganisir ekonomi kolektif demi mendapat pembelajaran langsung, dan bukan buku-tek/teoritik. Untuk prioritas awal, kami memfokuskan pada yang ada di daerah dan pedesaaan: koperasi petani, koperasi nelayan, dst. Tujuan kedua, adalah melakukan riset komprehensif di beberapa tempatyang kami kunjungi untuk program tinggal-bersama (live in). Riset ini bertujuan untuk mendeteksi, menginventarisir dan mengelaborasi potensi dan kemungkinan untuk mengimplementasikan konsepsi koperasi otonom dan berjejaring yang digagas PURUSHA. Tujuan ketiga, dengan berbekal temuan dari tujuan kedua, penelitian bergegas untuk melakukan studi kelayakan (feasibility study) untuk kemudian menghasilkan strategi dan taktik kongkrit dan sesuai konteks lapangan untuk mengimplementasikan koperasi tersebut.

Hasil studi berikut strategi dan taktik ini yang kemudian menjadi bahan bagi PURUSHA untuk menjajaki upaya-upaya kerjasama dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan untuk memulai proyek implementasi tersebut. Pihak-pihak ini bisa dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga konsorsium, lembaga donor, dst. Skema tahapan dan tujuan riset, kami rangkumkan di skema berikut:

Riset Koperasi