Analisis Struktur dan Jaringan Ekonomi Politik Industri Manufaktur Indonesia

Cover Industri

Penelitian ini berangkat dari sebuah paradoks yang dari ke hari semakin kental dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Di satu sisi, narasi perayaan akan pertumbuhan ekonomi Indonesia terus mencuat ke permukaan dan menari-nari dengan lincah melalui angka-angka statistik yang terus berada di atas angka 5 persen. Di sisi yang lain, realitas permasalahan yang membentang secara mendasar dari aspek sosial, ekonomi sampai ekologi, tanpa henti tampil dengan sendirinya dalam keseharian hidup mayoritas masyarakat negeri ini.

Berpijak pada klaim bahwa segenap permasalahan tersebut melekat di dalam relasi sosial produksi yang menyerap totalitas kehidupan masyarakat di bentangan geografis Indonesia, penelitian ini berupaya untuk menganalisis corak aktivitas produksi yang menopang tarian indah dari angka-angka pertumbuhan ekonomi tersebut. Sasaran utamanya adalah corak aktivitas produksi pada sektor industri manufaktur Indonesia, yang secara historis dipancang sebagai sektor untuk mencapai tujuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Terlebih, dengan kontribusinya yang memang paling besar terhadap angka pertumbuhan ekonomi dan ekspor Indonesia selama lebih dari dua dekade terakhir, beserta dengan serapan tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar, diiringi dengan pengerahan massif sumber daya negara demi pembangunan dan pertumbuhannya, membongkar corak, dinamika dan kondisi struktur industri manufaktur Indonesia diletakkan sebagai sasaran utama dari penelitian ini.

Secara teoritis, penelitian ini juga berangkat dari problematisasi produksi pengetahuan yang diyakini tidak dapat di-

lepaskan dari reproduksi paradoks angka pertumbuhan dan subsistensi permasalahan yang terus bergelayut dalam kehidupan masyarakat. Sasaran utama dari problematisasi ini secara umum adalah ilmu ekonomi, khususnya paradigma Structure-Conduct-Performance (SCP) yang berlaku luas sejak tahun 1970an sebagai bingkai dalam menjelaskan struktur dan kinerja dari sektor industri suatu negara. Klaim penelitian ini \meletakkan bahwa justru produksi pengetahuan berbasis paradigma SCP inilah yang menormalkan eksistensi dan keberlangsungan dari relasi sosial produksi eksploitatif, sehingga permasalahan-permasalahan sosial, ekonomi dan ekologi yang sama dapat terus bereproduksi.

Guna membongkar secara mendalam corak aktivitas produksi, struktur dan dinamika di balik geliat pertumbuhan sektor industri manufaktur Indonesia, penelitian ini tidak berhenti pada analisis yang berpijak pada asumsi makro-struktural belaka. Secara mikro penelitian ini berupaya untuk memetakan jejaring relasi aktor yang menopang keberlangsungan corak aktivitas produksi pada sektor ini. Lebih jauh lagi, penelitian ini berupaya untuk melakukan pemetaan historis-geografis dari aktivitas produksi industri manufaktur di Indonesia.

Dalam batasan besarnya, periodisasi penelitian ini mencakup tahun 1982- 2012. Namun dalam analisis, periode ini akan dipotong-potong mengacu kepada gejala-gejala perubahan dan dan periode monumental dalam sejarah perkembangan ekonomi Indonesia.

Dibagi ke dalam tiga tahapan penelitian, meliputi tahapan analisis struktur industri, tahapan analisis jaringan sosial aktor, dan tahapan pemetaan historis-geografis, penelitian ditujukan untuk melakukan pembongkaran mendalam dari tataran makro sampai kepada mikro, dari sektor industri manufaktur Indonesia. Laporan ini merupakan laporan penelitian pada tahapan yang pertama, yaitu tahapan analisis struktur industri manufaktur selama periode 1996-2012, sebuah periode di mana sektor industri manufaktur telah bercokol pada tingkat yang cukup stabil dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia, dalam wujud kontribusinya terhadap pendapatan domestik bruto.

Berpijak pada metode statistik, analisis penelitian pada tahapan yang pertama ini bermuara pada beberapa bentuk temuan. Pertama, klasifikasi atau kategori subsektor industri Indonesia yang mencerminkan corak aktivitas produksi yang dominan, di mana terungkap jelas bahwa aktivitas produksi industri manufaktur di Indonesia sangat bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam dan penghisapan massif nilai kerja dari buruh. Kedua, struktur pasar dari subsektor industri manufaktur Indonesia yang secara keseluruhan didominasi oleh kondisi yang sangat oligopolistik. Ketiga, perkembangan dari struktur pasar yang justru menunjukkan kecenderungan yang semakin oligopolistik. Keempat, corak ekspor produk manufaktur Indonesia, yang di satu sisi bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam dan tenaga kerja secara massif, serta di sisi lain berjalan dalam kondisi struktur pasar yang dikuasai oleh segelintir perusahaan saja.

Temuan penelitian ini membawa implikasi teoritis yang secara langsung mengkonfirmasi permasalahan yang terkandung dalam paradigma SCP. Semakin jelas bahwa analisis terhadap relasi sosial produksi tidak dapat hanya ditinjau, terlebih diteritorialisasi oleh ilmu ekonomi semata. Tampak nyata bagaimana analisis makro-struktural ekonomi sangat tidak memadai dan tidak dapat menjelaskan kompleksitas dan dinamika relasi sosial produksi yang berjalan secara total dalam kehidupan masyarakat. Melalui analisis secara mendalam terhadap relasi dan jaringan mikro aktor sosial dalam medan magnet industri manufaktur, pada tahapan berikutnya, serta melalui analisis historis-geografis yang akan memetakan pergeseran-pergeseran pada aspek ekologi, penelitian ini menawarkan kebaruan analisis untuk membongkar corak, kondisi dan dinamika industri manufaktur di Indonesia.

Tim Peneliti: Dodi Mantra, Reza Istefi, dan Aditya Fernando

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *